Superhero diidentikkan dengan kostum, seragam dan yang paling
dikenal, selalu memakai topeng. Konon, topeng digunakan protagonis filem superhero
sebagai bentuk perlindungan. Bukan untuk dirinya sendiri, melainkan demi
keselamatan orang-orang terdekatnya. Superhero rentan terpapar bahaya karena perannya
sebagai penyelamat, dan itu berbahaya bagi orang di sekelilingnya. Agar misinya
dalam menyelamatkan dunia, menegakkan keadilan atau menumpaskan penjahat, tidak
berbalik meneror orang-orang yang mengenalnya.
Tampilkan postingan dengan label Respon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Respon. Tampilkan semua postingan
KATA
![]() |
| basicpulse.blogspot.com |
Genius is one percent
inspiration and ninety nine percent perspiration (Thomas Edison)
Kata
mutiara thomas edison tersebut paling banyak digunakan untuk menggambarkan
pentingnya usaha dan kerja keras dalam menghasilkan karya. Hanya dibutuhkan
sedikit bakat, ilham dan inspirasi, selebihnya membutuhkan usaha untuk
mewujudkannya. Ungkapan ini seperti ungkapan lainnya adalah permainan
kata-kata,dapat dimaknai sebaliknya. Tanpa
satu persen inspirasi, 99 persen usaha akan sia-sia.
Ilustrasi
di atas adalaha sebuah contoh kecil bagaimana perspektif dapat mempengarui
tujuan dan pemaknaan. Perspektif dapat merubah kesan seseorang terhadap objek,
dapat mengotori yang bersih, memungkinkan yang mustahil, membatasi yang tak
terbatas bahkan membenarkan yang salah, begitu pula sebaliknya. Ini adalah
bukti ketidakterbatasan pemikiran dan fleksibilitas imaji, sedang pembentuknya
adalah perspektif. Kesan dalam komunikasi sosial pun dapat dideteksi dengan
irama, perubahan nada atau dengan intonasi. Seseorang yang dalam kondisi marah
dapat mengalami peningkatan intonasi saat berbicara diikuti dengan gestur.
Dalam komunikasi tekstual konteksnya berbeda. Kesan dapat divisualisasikan
dengan susunan kata-kata, penggunaan tanda baca, gaya huruf atau dengan
kombinasi simbol (emoticon). Susunan kata dan penggunaan tanda baca dapat
secara tidak langsung menyiratkan kondsi perasaan dan emosi seseorang. Meskipun
cukup sulit untuk menebak karena pesan yang disampaikan bersifat tidak
langsung.
Demikian
penggunaan tulisan sangat penting untuk menyampaikan maksud. Maka tak
berlebihan jika dikatakan bahwa penemuan terbesar dalam peradaban manusia
adalah baca-tulis. Meski hingga saat ini aspek ketatabahasaan mengalami banyak
perubahan, pemahaman akan bahasa selalu mengikutinya pula. Tujuan dari
kata-kata tak lain adalah menyampaikan maksud dari si pembicara kepada lawan
bicaranya. Kekuatan dari kata-kata adalah seberapa besar maksud dari kata-kata
dapat tersampaikan. Sebagai contoh; seseorang yang menggambarkan bagaimana
tingkat kesakitan pada penyakit kanker yang dideritanya tak akan bisa dipahami
bagi seseorang yang belum pernah menderita penyakit kanker. Sebaliknya, bagi
sesama penderita kanker, ia akan memahami seberapa sakit dari kata “sakit” yang
diucapkannya.
Seseorang
akan mahfum dengan kata-kata dari seorang lawan bicaranya bila benar-benar
paham apa yang dimaksudkannya. Ini dikarenakan, kata-kata tak berdiri sendiri
hanya sebatas kemampuan lisan atau
sekumpulan huruf dan tanda baca, melainkan kata-kata membawa serta emosi
pengirimnya.
PROKRASTINASI
![]() |
| Ilustrasi : CLINICALENGINEERING.IN |
Jika kamu adalah orang yang sering menunda-nunda pekerjaan, sulit memilah agenda prioritas dan sampingan atau terbiasa menyelesaikan tugas minus semalam sebelum deadline (baca: sistem kebut semalam), berarti anda sedang terserang prokrastinasi akut! Ahli Psikologi mengartikan prokrastinasi sebagai suatu kondisi kecemasan jiwa yang timbul akibat sulitnya menetapkan prioritas kerja, menunda penyelesaian masalah dikarenakan kebiasaan menunda-nunda pekerjaan.
BERBENAH LEWAT KRITIK
Ada dua tipe kritikus,
yang mengikat tindakan lewat kritik
dan yang mengaplikasikan kritik
berdasarkan tindakan.
Seberapa banyak kritik yang anda lontarkan dari
fenomena masyarakat di sekeliling? Kritik apa saja, tentang pemerintah,
masyarakat bahkan individu. Setiap orang pasti pernah mengutarakan pendapatnya,
entah hanya seputar wacana yang berkembang, diskursus perpolitikan tanah air,
kebijakan dari pemerintah setempat, bahkan penampilan seseorang, pasti pernah. Sebagian
orang memilih mengkritik di hadapan objek kritiknya, dan sebagian besar malah
mengkritik lewat belakang.
PERHATIKAN TELUNJUKMU
![]() |
| Ilustrasi : genilangit.wordpress.com |
lebih baik membebaskan
orang bersalah daripada khilaf menghukum orang yang tak bersalah (Letjen
Widodo, 1976).
Pemeo
di atas tentu akrab di telinga para akademisi hukum, khususnya bagi para
mahasiswa hukum. Tak terhitung telah berapa kali kalimat tersebut keluar dari
mulut pengajar-pengajar ilmu hukum. Hal ini lekat dengan salah satu elemen
penting dalam struktur penegakan hukum di Indonesia, yakni asas praduga tidak
bersalah (presumption of innocent). Sejalan dengan kiblat pendidikan dan
pembangunan hukum yang paling penting, yakni aspek moril. Kesadaran peserta
didik yang nantinya menjadi calon penegak hukum untuk lebih mengasah sense of
justice, naluri dalam mencapai keadilan.










